Tag Archives: HUMAS

Analisa Pemanfaatan Aplikasi ICT Bagi Kegiatan Public Relation.

E-PR

I. E-PR dan Teknologi Informasi.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat dewasa ini telah membuat dunia terasa makin kecil dan ruang seakan menjadi tak berjarak lagi. Mulai dari wahana teknologi komunikasi yang paling sederhana berupa perangkat radio dan televisi hingga internet dan telepon genggam dengan aplikasi tanpa kabel, informasi berkembang dengan sangat cepat. Perubahan informasi kini tidak lagi dalam jangka minggu atau hari bahkan jam melainkan sudah berada dalam skala menit dan detik dan ini dapat diperoleh melalui sumber informasi yang disebut dengan internet.
Internet merupakan kumpulan atau jaringan komputer diseluruh dunia yang mengembangkan APARNET, suatu sistem komunikasi yang etrkait dengan pertahanan keamanan yang dikembangkan pada tahun 1960-an. Manfaat sistem komunikasi yang berjaringan ini dengan cepat ditangkap oleh para peneliti dan pendidik secara umum. Melalui internet, kita dapat merekam dan mendokumentasikan informasi melalui chip yang ada di komputer kemudian digabungkan dengan telepon, komputer, dan modem.
Internet telah berkembang secara fenomenal, baik dari segi jumlah host computer (komputer induk) maupun dari segi penggunanya, selama beberapa tahun terakhir. Salah satu pengukuran terbaik melalui besarnya internet ini adalah host computer.

Host computer adalah sebuah komputer yang menyimpan informasi yang dapat diakses melalui jaringan. Dari tahun 1959-1999, jumlah host komputer meningkat mulai 5.9 juta menjadi 43.2 juta (Network Wizards, 1999). Perkembangan internet yang begitu pesat dengan pemakai yang terus bertambah menjadikan aktivitas komunikasi data dan informasi semakin mudah dan cepat. Dewasa ini, diperkirakan ada lebih dari 30.000 jaringan dengan alamat lebih kurang 30 juta diseluruh dunia (http://www.rad.net.id/homes/edward/intnasic/1.htm). Data statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa pada tahun 1995 terdapat 30 juta populasi pengguna dan 100 juta pengguna pada tahun 1998. Diperkirakan tahun 2010 semua orang akan terhubung ke internet dengan asumsi pertumbuhan setiap bulan sebesar 10% (http://www.ai3.itb.ac.id/news/sejarah_networklain.html).
Di Indonesia, pengguna internet menurut data asosiasi penyelenggara jasa internet di Indonesia (APJIT) tahun 1996 hanya 110.000 orang dan tahun 2002 meningkat menjadi 220.000 orang. Hasil survei pengguna internet tahun 1999 menunjukkan karakter pengguna internet di Indonesia berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh kaum laki-laki dengan persentase hampir 90% sedangkan kaum wanita hanya lebih kurang 10% (majalah internet, 25 Juli 2002).

Hadirnya penggunaan internet secara massal melalui sistem komunikasi yang bermediasi komputer disebut oleh Rogers “teknologi media komunikasi baru” (1986). Faktor utama yang berperan dalam pesatnya pertumbuhan internet adalah potensi e-commerce atau transaksi jual-beli dari internet. Pajak e-commerce tingkat dunia adalah $21.1 juta pada tahun 1999 naik 154% dari tahun sebelumnya (ItelliQuest,1999). Penghasil pajak terbesar dalam web adalah penjualan buku. Amazon .com mencatat penjualan sebesar $250 juta selama 4 bulan terkhir tahun 1998. Berlo (1975) dalam Fisher (1986) menamakan ledakan informasi dan revolusi teknologi yang terjadi dewasa ini sebagai “revolusi” dalam komunikasi. Dofivat (1967) dalam Rahmat (1999) berpendapat bahwa teknologi komunikasi mutakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia”. Liliweri (2003) menyebut gejala ini dengan istilah masa budaya elektronik.

Beberapa ciri dari budaya elektronik yang dikemukakannya antara lain: (1) membagi informasi dengan sangat cepat; (2) proses penggandaan dan banyak copy diperoleh dengan cara yang mudah; (3) satu copy dapat diakses oleh orang banyak; (4) pelajaran baru kini disebut sebagai membaca linier; (5) ada semacam konsensus yang berjangka waktu lama, tetapi dengan partisipasi yang lebih seimbang; (6) menekan status dan tatanan sosial melalui tanda-tanda tertentu; (7) etiket tidak terlalu kuat sehingga individu bebas memperluas norma-norma yang dipertukarkan; (8) kerja kolaboratif bisa tepat pada waktunya dan jaraknya lebih besar; (9) komunikasi dapat membagi aspek-aspek bidang lisan maupun tulisan; (10) memberi sumbangan pada pembaharuan dan pemanfaatan organisasi baru; (11) alat-alat khusus sangat diperlukan sebagai syarat untuk berpartisipasi; (12) telah terjadi pengayaan informasi disatu pihak dan terjadi jurang kemiskinan di pihak lain.
Teknologi komunikasi baru ternyata juga memberi pengaruh terhadap meningkatnya bidang penelitian komunikasi. Isu-isu yang dikaji telah dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi. Salah satu bidang penelitian baru yaitu penelitian terhadap isi pesan e-mail (electronik mail) yang merupakan salah satu fasilitas yang paling banyak digunakan di internet. Hal ini karena e-mail merupakan alat komunikasi paling murah dan cepat. Melalui e-mail kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke internet di seluruh dunia. Dalam berbagai survei Internet yang dapat dilihat di http://dir.yahoo.com/computers and_internet/statistics_and_Demograpgics/surveys, maupun dalam berbagai kesempatan seminar dan diskusi, ternyata aplikasi tama yang digunakan pengguna internet untuk berkomunikasi dan bersilaturrahmi bukan sekedar akses web. Survei yang dilakukan oleh GVU (http://www.gvu.gatech.edu/user_surveys/) terlihat bahwa 84% responden memilih e-mail sebagai aplikasi yang paling penting di internet (Onno:2003).
Salah satu kegunaan unik dari fasilitas e-mail ini yaitu terdapatnya pengguna yang berada pada grup tertentu. Penggunaan e-mail untuk forum diskusi kelompok yang besar dikenal dengan teknik atau aplikasi mailing list. Selanjutnya mailing list menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas cyber. Anggota grup akan menerima pesan-pesan yang terkirim ke alamat group secara serentak.
Mailing list ini memberi setiap pribadi suatu wewenang untuk mengirimkan berbagai pesan yang berisi aneka ragam pikiran kepada ribuan orang tanpa disunting. Mailing list di sini berperan sebagai sebuah laporan pelanggan berkesinambungan karena setiap orang tak henti-hentinya menyumbangkan pandangan, pengalaman, peringatan melalui e-mail mereka.
Berawal dari hal inilah kemudian muncul apa yang disebut dengan istilah “demokratisasi informasi” yang memandang fasilitas ini benar-benar suatu forum demokratis karena pada jaringan ini komunikasi setiap orang ditangani secara merata. Ditambahkan lagi fasilitas komunikasi baru ini menjadi media diskusi antara pihak-pihak dengan ideologi dan kepentingan yang berbeda-beda.
Adanya teknologi internet dalam dunia khususnya dunia PR sangat terbantu. Karena teknologi ini dapat membantu seorang PR untuk lebih cepat menginformasikan berita atau pesan-pesan pada khalayak dengan cepat dan efisien. Lebih dikenal dengan sebutan E-PR.
Dengan demikian penulis tertarik untuk meneliti judul di atas. Bagaimana efektivitas suatu perusahaan dalm menyajikan informasi pada khalayak khususnya dikalangan mahasiswa? Karena seperti kita tahu membuat suatu penelitian untuk skripsi yang dilakukan pada suatu perusahaan kebanyakan mahasiswa berhubungan langsung dengan PR perusahaan tersebut dan komunikasi tersebut terjadi dalam teknologi E-PR.

II. Pengertian E-PR.

Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. Kebanyakan perusahaan besar merupakan milik publik. Harga sahamnya secara signifikan juga dapat mempengaruhi kemampuan dan kebebasan mereka untuk mengelola masa depannya. Sebuah perusahaan yang undervalue misalnya tidak dapat mengajukan pinjaman kepada bank seperti perusahaan yang value. Sekalipun demikian harga saham tidak ditentukan oleh berbagai opini dari sebagian besar pengamat pasar modal dan para investor.
Di sinilah PR berperan menjadi senjata yang menentukan dalam memastikan bahwa mereka mampu melihat perusahaan secara adil, PR juga menjadi sarana yang ampuh dalam mengelola hubungan yang harmonis antara pihak perusahaan dengan para pengamat dan investor yang bisa memiliki pengaruh besar bagi masa depan perusahaan. PR dapat menyampaikan aspirasi mengenai berbagai bidang termasuk hubungan komunitas, isu-isu lingkungan, bidang keuangan, urusan konsumen, isu-isu manajemen, penanganan krisis dan berbagai isu penting lainnya yang terkait dengan kegiatan PR. Dalam situasi seperti ini, PR sangat dituntut peran aktifnya. PR dapat memainkan peranan sentral pada level perusahaan. PR sangat fleksibel, mungkin melebihi iklan, PR dapat merespons berbagai peristiwa dengan sangat cepat. Dalam hubungan dengan pers kekuatan terbesar yangdapat ditawarkan PR adalah menyangkut kredibilitas. Namun kelemahan uatama dari kegiatan PR adalah kurangnya pengawasan. Kita hampir tidak bisa menjamin bahwa pesaing kita akan disampaikan atau bahkan tidak sama sekali. Kelemahan ini  sebenarnya dapat diatasi melalui persiapan perencanaan strategi PR secara matang. PR dalam pelaksanaannya ada dua yaitu E-PR dan PR Konvensional.

E-PR adalah inisiatif PR yang menggunakan media internet sebagai sarana publisitasnya atau disebut cyber PR. Pengertian E-PR sendiri berasal dari kata:

E adalah electronic sama halnya dengan E sebelum kata mail atau commerce yang mengacu pada media elektronik internet.

P adalah Public tidak pada publik tetapi pada konsumen juga tidak mengacu pada satu jenis pasar konsumen namun berbagai pasar atau public audience.

R adalah Relations merupakan hubungan yang harus dipupuk antara pasar dan bisnis.

Diperlukan E-PR karena ribuan one-to–one relations dapat dibangun secara simultan melalui media internet karena sifatnya yang interaktif karenanya merupakan sarana untuk membangun hubungan yang ampuh bagi sebuah dunia bisnis.

III. Peranan dan Fungsi Public Relations.

Peranan seorang Public Relations berbeda-beda tergantung jenis usaha dan struktur organisasinya. Pada umumnya PR berperan untuk membangun komunikasi yang sinergis baik dalam internal perusahaan maupun eksternal. PR adalah tentang reputasi, dimana reputasi memegang peranan yang sangat crucial bagi suatu usaha bisnis. Di tengah persaingan bisnis yang kian sengit, reputasi membantu menciptakan loyalitas yang memegang peranan penting bagi eksistensi bisnis kita.

Keterkaitan Internet dengan Kinerja Public Relations
E-PR

E-PR merupakan singkatan dari bahasa Inggris, yaitu Electronic Public Relations yaitu yang artinya PR yang menggunakan media internet sebagai sarana publisitisnya. Di Indonesia lebih popular dengan nama Cyber Public Relations.

Dunia E-PR
E-PR tidak bisa dipisahkan dari berbagai perangkat seperti email, kartu nama elektonik, autoresponder, dan juga direct mail dan masih banyak lagi seperti blog, facebook dll.
Email merupakan sarana yang efektif untuk membangun dan meruntuhkan reputasi.  Email sebagai alat komunikasi untuk mmbangun komunitas online, menjual produk, dan menyediakan customer service yang baik. Banyak yang harus diperhatikan dalam menulis email yaitu untuk menuliskan subject line email yang menarik, menggunakan nama pribadi walaupun dengan email perusahaan, fokus pada satu topik, menghindari penggunaan attachment.
Sedangkan dalam menerima email, kita harus sesegera mungkin dalam menjawab email yang sopan dan penuh respek.

Kartu nama elekronik (sig.line) adalah satu-satunya promosi tidak langsung yang diterima komunitas online dan milis. Hal ini juga menggugah orang lain untuk masuk ke situs web anda.

Autoresponder adalah program aplikasi yang mirip dengan mesin penjawab otomatis yang sudah diprogram untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Isi pesan email yang dikirimkan melalui autoresponder akan menjadi faktor yang menentukan untuk membangun merek sekaligus mengonversi penerima email untuk menjadi pelanggan.
Direct mail adalah upaya untuk menjangkau publik anda dalam waktu yang singkat, cepat dan efisien.Tetapi kita harus hati-hati dalam memilih perusahaan direct mail yang tepat, bereputasi baik dan sesuai dengan fokus bisnis kita.

IV. Public Relation Dimasa Depan.

Fenomena Public Relations di Dunia Internet ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

A. Pengertian PR Sebagai Suatu Seni.

“PR adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian public yang lebih baik, yang dapat memperdalam kepercayaan public terhadap seseorang atau sesuatu organisasi atau badan (Howard Bonham)”.

B. Perkembangan PR dalam Teknologi  Dunia Baru.

Seiring berjalannya waktu perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) juga semakin canggih. Tak jarang dari kemajuan Iptek yang ada, seringkali menawarkan solusi dengan memberi kemudahan akan setiap kesulitan yang dihadapi dalam melakukan aktivitas pekerjaan termasuk PR.

Salah satunya media komputer yang dilengkapi dengan internet. Sayangnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap manfaat teknologi seperti internet sampai saat ini masih minim. Hal ini terbukti dari cukup banyaknya perusahaan yang memiliki informasi dan ditaruh di dalam situs webnya, namun terkubur dalam kuburan informasi supercepat di dunia maya Karena kurang atau tidak ada yang mengunjunginya. Untuk itu, sungguh sayang sekali apabila kemudahan dari fasilitas ini hanya dilewatkan begitu saja.

Media internet semula tidak dirancang untuk kepentingan komersial, namun sebagai alat komunikasi untuk menyebarluaskan informasi. Inilah kunci keberhasilan suatu bisnis di internet jika mengingat tujuan semula media internet diciptakan. Dengan kemampuan menyesuaikan tujuan media internet seperti semula, pada dasarnya kita bisa memanfaatkan sebagai media PR dan bisnis. Untuk mencapai hal itu, tentunya dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi sehingga kepercayaan massa dapat tercipta dan melibatkan hubungan yang saling memberikan manfaat dengan target public.

Pengertian E-PR secara singkat dapat diartikan sebagai :

“Kegiatan kehumasan yang dilakukan di dunia Internet. Seluruh kegiatan kehumasan dapat dilakukan didalam internet dari mulai melakukan kegiatan publikasi sampai melakukan customer relations management”

E-PR adalah penerapan dari perangkat ICT (Information and Communication Technologies) untuk keperluan PR.

Dunia yang ditenggarai oleh Internet, di mana setiap aktivitas secara langsung atau tidak langsung ditenggarai oleh Internet, karena itu setiap bentuk aktivitas PR semakin membutuhkan satu atau lebih unsur ICT.

Hal ini berarti bahwa setiap praktisi PR perlu memiliki perangkat ICT dan terampil dalam menggunakannya, dan tentu dalam hal ini tanpa ICT kegiatan PR mereka tidak akan efektif. Pada prinsipnya untuk menggunakan perangkat tersebut tidak diperlukan suatu keahlian atau learning curve yang tinggi.

E-PR adalah satu-satunya cara untuk membangun brand di dunia yang tidak kasat yaitu dunia maya mengingat internet telah menghadirkan dunia maya di samping dunia nyata, demikian seperti yang dikatakan oleh David Phillips, penulis dari buku terkenal yg berjudul Online Public Relations, sewaktu mendefinisikan E-PR ke dalam beberapa pengertian.

“Menurut Ardianto (II004:14), dalam pelaksanaannya PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu mempengaruhi, dan mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku publik sasarannya. Hasil yang dicapai dari kegiatan PR pada intinya adalah good image (citra baik), goodwill (itikad baik) , mutual understanding (saling pengertian), mutual confindece (saling mempercayai), mutual appreciation (saling menghargai), dan tolerance (toleransi).”

Seorang PR wajib mampu membuat sebuah program PR yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Program PR terbagi pada segmentasi program itu sendiri, yaitu :

  1. Customer Relations
  2. Employee Relations
  3. Community Relations
  4. Government Relations
  5. Media Relations

Masing-masing target market mempunyai kepentingan yang berbeda-beda pada perusahaan dan hubungan baik dan citra baik yang patut dibangun dan dijaga oleh kegiatan PR pada setiap stakeholder perusahaan.

C.  Marketing E-Public Relations

Strategi marketing PR online menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai. Hal ini berhubungan dengan banyaknya perusahaan yang sudah menggunakan Pentingnya mengetahui strategi marketing PR online adalah bagaimana cara website perusahaan kita tetap berada di posisi halaman 1, 2, 3 pada Google.

Tentu saja, pemahaman ini juga tidak lepas dari teori perencanaan PR. Intinya, sebagai praktisi PR, kita harus dapat mengoptimalkan media internet sebagai media baru PR. bagaimana membangun strategi Public Relations di online, khususnya di social media. Strategi itu harus dibangun berdasarkan user insight lokal, bukan user insight internasinal. Saya memang memberikan beberapa data user behavior pengguna social media global hasil riset Marketing Sherpa.

Public relations terpecah ke dalam marketing public relations, corporate public relations. Tampak jelas disini public relations yang bergrand theory pemasaran tidak lain marketing public relations dimana berlangsung percampuran konsep public relations dengan pemasaran. Apabila ditanyakan, Untuk apa marketing public relations? terjawab singkat ternyata membentuk citra perusahaan yang berdampak terhadap keputusan pembelian. Hal tersebut, telah diteliti sendiri marketing public relations berpengaruh terhadap citra perusahaan, citra perusahaan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

D. E-Public Relations Sebagai Sebuah Kampanye PR

Kegiatan PR bisa lebih fleksibel dari yang dilakukan di dunia nyata, ketika program kehumasan konvensional mengeluarkan budget hampir ratusan juta dalam sebuah perusahan besar, jika program tersebut dilakukan melalui Internet akan jauh lebih murah.

1. Publikasi

Kegiatan publikasi yang di lakukan PR dalam internet dapat dilakukan dengan jalan mengikuti mailing list-mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan kita. Banyaklah menuliskan tulisan berupa artikel, press release mengenai perusahaan anda dalam milis tersebut. Dengan begitu seluruh anggota milis akan kena terpaan publikasi yang telah PR lakukan.

Selain mengikuti mailing list yang sesuai dengan target market perusahaan, PR juga harus secara berkesinambungan memproduksi e-newsletter kepada member website perusahaan anda. Tetapi, jangan sekali-kali melakukan spamming terhadap pengguna internet, karena dengan melakukan spamming maka kredibilitas perusahaan anda akan hancur. Karena spamming adalah kegiatan berkonotasi negatif bagi pengguna

internet, spamming bisa dikatakan sebagai kegiatan yang memaksakan kehendak dalam memberikan informasi. Jalan yang paling aman adalah mengirimkan newsletter pada anggota website anda yang secara sukarela mendaftarkan alamat emailnya untuk dikirimkan informasi tentang perusahaan anda.

2. Menciptakan Berita (Media Relations)

Untuk menjaga hubungan baik dengan wartawan dapat dilakukan melalui email, jika seorang PR mempunyai database alamat email seorang wartawan akan lebih sangat mudah dalam mengirimkan siaran pres. Jika perusahaan anda mempunyai siaran pres yang butuh disampaikan dengan segera, anda tinggal sekali “click” maka siaran pres anda akan langsung sampai di meja wartawan.

Untuk tetap menjaga hubungan baik, anda bisa menyapa wartawan tersebut lewat email menanyakan kabar wartawan tersebut dan kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Malah jika anda sudah sangat akrab dengan wartawan tersebut anda dapat melakukan wawancara / konferensi dengan menggunakan Instant Messenger seperti Yahoo Messenger, ICQ, atau yang lainnya.

E. Bentuk – bentuk Pesan Yang digunakan

  • E-mail&IM(InstantMessenger)

E-mail merupakan metode yang banyak dipilih oleh para humas untuk menghubungi pers satu per satu dengan mengirimkan pitch letters. E-mail juga digunakan untuk news release kepada pers, tetapi tidak semua pers mau news release melalui e-mail.

  • Advertising in Cyberspace Message

Sifatnya yang interaktif menjadi keuntungan dari internet, dimana terjadi pertukaran pesan secara dua arah. Internet memungkinkan pengiklan untuk berkomunikasi dengan khalayaknya dengan cara non-tradisional sehingga dapat membangun relationship yang kuat dan personal antara khalayak dengan brand.

  • Interactive News Release Message

Pesan Interactive News Release dikirim melalui e-mail atau di post pada sebuah website untuk dibaca oleh masyarakat atau pada area khusus pers.

F. Analisis E-Public Relations.

PR dimasa depan mampu langsung menjangkau audiens mereka tanpa harus diintervensi oleh para penyunting naskah maupun para reporter yang bertindak sebagai penjaga pintu dan yang melakukan sensor terbitnya suatu informasi. Membangun hubungan yang bersifat one to one secara cepat dan interaktif .  Lebih fleksibel & ekonomis dari PR yang dilakukan di dunia nyata.

Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar karena persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi.

Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider). Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Dari semua kondisi yang terjadi, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakat), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi. Kiranya dengan kegiatan PR di dunia Internet ini menggugah para praktisi PR untuk menggunakan internet untuk praktik kehumasan.

G. Bagian-Bagian dari Fungsi PR:

Hubungan Internal, adalah bagian khusus PR yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi mengantungkan kesuksesannya.
Publisitas, adalah sumber-sumber informasi yang disediakan oleh PR dan digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di media ini adalah pesan di media ini adalah metode yang tak bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut.
Advertising, informasi yang digunakan oleh PR untuk menjangkau audien yang lebih luas, bukan untuk konsumen yang menjadi sasaran marketing, dimana informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang jelas identitasnya yang membayar ruang dan waktu penempatan informasi tersebut. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan di media.
Press Agentry,adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik media massa dan mendapatkan perhatian publik. Banyak praktisi PR kadang-kadang menggunakan taktik press agentry untuk menarik perhatian media kepada kliennya, organisasinya, atau tujuannya. Tetapi PR lebih dari sekedar press agentry.
Public Affairs adalah bagaian khusus dari PR yang membangun dan mempertahankan hubungan pemerintah dan komunitas lokal dalam rangka memengaruhi kebijakan publik.
Lobbying adalah bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan memengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi.
Manajemen Isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengindentifikasi, mengevaluasi, dan merespon isu-isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan organisasi dengan publik mereka. Secara administratif atau secara konseptual, manajemen isu adalah bagian fungsi PR, akan tetapi, jika dilihat sebagai komunikasi persuasif, ia menjadi taktik untuk memengaruhi kebijakan publik, bukan sebagai bagian dari perencanaan strategi organisasi.
Hubungan Investor adalah bagian dari PR dalam perusahaan korporat yang membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan dengan shareholder dan pihak lain di dalam komunikasi keuangan dalam rangka memaksimalkan nilai pasar
Pengembangan adalah bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela

H. Perbedaan PR dan Pemasaran.

Meski tidak selalu didefiniskan secara jelas dalam praktiknya, marketing dan PR dapat dibedakan secara konseptual dan hubungannya dijelaskan.
• Keinginan dan kebutuhan orang adalah aspek fundamental bagi konsep marketing.
• Apa yang orang orang inginkan atau butuhkan akan diterjemahkan sebagai permintaan konsumen.
• Pemasar menawarkan produk dan jasa untuk memuaskan permintaan tersebut. Konsumen memilih produk dan jasa yang memberikan kegunaan, nilai, dan kepuasan paling besar.
• Terakhir, pemasar menyerahkan produk dan jasa kepada konsumen untuk ditukar dengan sesuatu yang bernilai
Menurut ahli pemasaran Philip Kotler:”Pertukaran, yang merupakan inti dari konsep marketing, adalah proses mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu yang sebagai imbalannya.”(Philp Kotler, Marketing Management,11, th ed.(Upper Saddle River,NJ:Prentice Hall,2003),12.
Transaksi inilah yang membedakan fungsi marketing-dua pihak saling menukar sesuatu yang bernilai bagi kedua belah pihak. Ringkasnya marketing menciptakan hubungan di mana pertukaran terjadi-kepemilikan berpindah tangan. Tujuan marketing adalah menarik dan memuaskan konsumen secara terus menerus dalam rangka mengamankan “pangsa pasar”dan mencapai tujuan ekonomi perusahaan. Untuk tujuan itu, publisitas produk dan hubungan media digunakan untuk mendukung marketing. Karena spesialis PR biasanya tahu cara menulis untuk media itu, dan tahu cara bekerja menghadapi wartawan, serta tahu merancang dan mengimplementasikan program komunikasi internal, maka pemasar meminta bantuan PR dalam menjalankan program marketingnya. Ringkasnya PR yang efektif memberikan kontribusi kepada upaya marketing dengan menjada lingkungan politik dan sosial agar tetap ramah kepada perusahaan/organisasi.

Daftar Pustaka :

Cutlip, M. Scott & Center, H. Ellen. 1971, Effective Public relations. London : Prentice Hll International Inc.
Frida kusumastuti, 1997. Kegiatan-kegiartan Humas, Malang : UMM Press.http://www.goechi.com/newsletter4.html

http://manajemenkomunikasi.blogspot.com/search/label/Public%20Relations.

http://www.goechi.com/newsletter4.html

http://yusdieby.blogspot.com/2008/08/efektivitas-e-pr.html

http://dyahsuryani.blogsome.com/2007/01/15/e-pr-versus-pr-konvensional/